8 Comments Already

commenter
July 5th, 2009 @5:52 pm  

Nggak akan mempanlah kampanye hitaM yang diserangkan Atut Chosiyah pada pasutri harmonis sejati Ikang Fawzi dan Marissa Haque ini. Cinta dan kesetiaan mereka sudah terbukti 25 tahun deh kayaknya pernikahannya. Aman-aman saja tuh! beda kan sama suami si Ratu Atut yang telah terbukti secara sah dan meyakinkan menghamili sekretarisnya yang bernama Vinny dan sekarang anaknya dikasih nama Roki singkatan oroknya aki-aki. Vinny Tomet nama dia sekarang. Cantik dan putiiiih… orangnya lembut, nggak kayak Atut yang berangasan dan bodo!

commenter
July 14th, 2009 @7:27 am  

Ratu Atut Menjadi Tersangka
Gubernur Banten melihat para tersangka pembawa Psikotropika yang berhasil di tangkap Petugas Bea dan Cukai Soekarno Hatta

commenter
August 7th, 2009 @1:24 pm  

Istri Budi Usman Web Masternya Ratu Atut Chosiyah, SE Bodong

[IMG]http://i834.photobucket.com/albums/zz269/budi_usman/27.jpg[/IMG]

commenter
August 7th, 2009 @1:26 pm  

Andika Hazrumy Tebar “Amplop” di Lebak
LEBAK | Calon anggota DPD RI dari Banten,, Andika Harzumy minta dukungan kader posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) Kabupaten Lebak dalam acara temu kader posyandu se Kabupaten Lebak di kampung Babakan Kalapa, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kamis (5/2). Permintaan itu juga dibarengi dengan acara bagi-bagi amplop kepada peserta acara yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak.
Kendati kegiatan ini bertajuk pertemuan kader posyandu se-Kabupaten Lebak, namun sarat dengan muatan politis. Karena hampir di semua sudut tenda yang dijadikan tempat acara, terpampang baliho bergambar caleg DPRD Provinsi Banten Suparman dan calon anggota DPD RI Andika Hazrumy yang juga putra sulung Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah ini
Tidak hanya itu, usai acara, para kader pos yandu dan kepala desa yang hadir pada kesempatan ini menerima amplop bergambarkan Gubernur Banten. Selain itu, caleg DPRD provinsi Banten , Suparman juga mengajak seluruh hadirin yang hadir pada saat itu untuk memberikan dukungannya pada calon Andika.
“Bagaimana kalau suara kader posyandu Lebak ini kita sumbangkan untuk pak Andika, setuju ! Tapi jangan ada dusta diantara kita , ini bukan kampanye. Wajar saya berbicara seperti ini , karena saya adalah sebagai anggota dewan,” ujar Suparman.
Anggota DPRD Lebak dari fraksi Golkar ini, juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Banten yang telah membantu dan memperhatikan kader pos yandu yang ada di Kabupaten Lebak .
“Saya berharap ke depan bantuan ini bisa lebih besar lagi,” imbuh Suparman bersemangat.
Sementara itu Andika menyatakan, kehadirannya dalam temu kader pos yandu di Lebak hanya sebatas undangan, selaku ketua karang taruna Provinsi Banten. Ia berharap peran kepemudaan dalam membantu posyandu betul-betul lebih bermanfaat
“Kalau tadi mungkin ada pembicaraan beberapa ke arah sana (politik), itu mungkin yang simpati pada saya. Dengan begitu silturahim saya diterima oleh masyarakat Banten, karena pos yandu merupakan keder pejuang kemanusiaan “ kilah suami dari Adde Rossi Khaerunnisa, yang juga caleg DPRD Kota Serang.
Sementara, KKB Dinas BP2 KBMPD Lebak, Tajudin membantah kegiatan pertemuan kader pos yandu yang dihadiri calon anggota DPD tersebut bernuansa politis. Karena menurutnya, pemerintah kabupaten Lebak , khususnya dinas BP2KBMPD merupakan fasilitator dalam acara tersebut .
“Saya tidak tahu soal itu, yang pasti saya melihat moment ini sangat strategis dalam rangka meningkatkan posyandu,” tukas Tajudin.
Selain dihadiri oleh ratusan kader posyandu dan kepala desa yang berasal dari wilayah dapil I dan III. Dalam kesempatan ini, juga hadir tokoh masyarakat Cimarga , Ii Suptajiri , caleg DPRD Lebak dapil III, Nana Sumarna.
Pelanggaran Fatal
Terpisah, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lebak menilai acara yang merupakan kegiatan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Provisnsi Banten itu telah dijadikan ajang kampanye oleh Andika. Lembaga ini menilai Andika telah melakukan pelanggaran pemilu yang sangat fatal.
“Kami akan segera mengirimklan surat teguran kepada yang bersangkutan (Andika Hazrumi, Red), surat itu akan kami tembuskan ke Panwaslu dan KPUD Provinsi Banten. Dan ini merupakan sebuah pelanggaran yang sangat fatal,” kata Ketua Panwaslu Lebak, Lita Mulyati kepada Koran Banten.
Selain itu, Lita juga menyayangkan kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintahan itu ditunggangi oleh kepentingan politik. Ia meminta seluruh lembaga pemerintahan yang lain untuk tidak mencontoh hal ini karena akan merugikan masyarakat. (VER)

commenter
oxidgibAngeno Said,
August 14th, 2009 @1:43 am  

This looks cool so far, what’s up people?
If there are any real people here looking to network, leave me a post.
Oh, and yes I’m a real person LOL.

See ya,

commenter
October 30th, 2009 @5:45 pm  

Wartawan Foto Tangerang Diintimidasi
Jum’at, 21 September 2007 | 14:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

http://www.tempointeractive.com/hg/jakarta/2007/09/21/brk,20070921-108124,id.html

Muhammad Jakwan, 30 tahun, fotografer harian Tangerang Tribun diintimidasi sejumlah orang saat meliput penurunan beras Bulog di kantor tim sukses bakal calon Wakil Bupati Tangerang, Airin Rachmi Diany di Jalan Boulevard Raya, Summarecon, Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, tadi malam.

“Saya diseret, didorong secara beramai-ramai lalu ditendang,” kata Jakwan kepada polisi semalam. Peristiwa bermula ketika ratusan karung beras bertuliskan Beras Bulog sedang diturunkan dari dua mobil boks bernomor polisi B 7079 OQ dan B 9694 OQ ke kantor tim sukses, Airin Rachmi Diany.

Saat itu, Jakwan memotret peristiwa itu. Tapi, salah seorang berpakaian safari melarangnya. Mobil yang masih terisi beras pun tancap gas dari kantor itu. “Saya diminta menghapus foto hasil jepretan saya,” ujarnya. Jakwan menolak. Tapi, lima orang di kantor itu memaksa menyerahkan kameranya sambil mendorong dan menarik bajunya.

Redaktur Eksekutif Tangerang Tribun, Odi Fitriadi menyayangkan kejadian itu. Kasus itu dilaporkan ke Pos Polisi Gading Serpong lalu dilimpahkan ke Polsek Curug dan terakhir ke Polres Tangerang.

Kepala Polisi Sektor Curug, Ajun Komisaris M Amar mengatakan, “Pelaku penganiayaan terhadap wartawan dapat dikenakan pasal penganiayaan dan penimbunan beras Bulog,” ujar Amar.

Joniansyah

commenter
GaloAlmopok Said,
November 9th, 2009 @2:12 pm  

Hi nto All.
My computer worked not correctly, many errors. Help me, please to fix buggs on my PC.
I used Windows XP.
Thanks,
GaloAlmopok

commenter
ovattenok Said,
December 17th, 2009 @8:04 pm  

Your welcome everyone,
My computer worked slowly, too much mistakes and buggs. Please, help me to fix errors on my computer.
I used Win Vista.
Thanks,
ovattenok

Related Post

Please Leave Your Comments Below

Please Note: All comments will be moderated