Thursday, 12 August 2010 Kamis. Ungkapan “the old soldier never fade away” tampaknya pantas disematkan kepada trio BIL atau kepanjangan dari Brother in Law alias “Ipar Lelaki”, grup musik yang diawaki oleh Ikang Fawzi (vokal), Ekki Soekarno (gitar) dan Gilang Ramadhan (drum). Meski tidak lagi berusia muda layaknya anak-anak band, ketiganya sepakat untuk membentuk BIL dan ngeband kembali. Bagi tiga lelaki yang menikah dengan kakak beradik keluarga Haque (Marissa, Soraya dan Shahnaz) ini, bermusik tidak kenal batas usia. Di dalam dunia musik, hanya ada satu pakem yakni bagaimana membangun kreativitas agar musik itu bisa dinikmati orang lain. Dengan pengalaman panjang mereka bermain bermusik, reborn Ikang, Ekki dan Gilang tak bisa dipandang sebelah mata. It’s a MAGIC THREE. “Dalam usia seperti sekarang, musik makin mengakar dan menjadi bagian hidup kita. Kita tidak puas hanya berbicara saja. Kebersamaan ini harus direalisasikan lewat sebuah misi atau pesan yang enak untuk didengar,” kata Ikang, vokalis band itu, membuka tabir terbentuknya BIL. Secara keseluruhan, BIL sudah merampungkan pengerjaan 11 buah lagu guna mengisi album perdana mereka. Tidak hanya menyentuh persoalan cinta, namun beragam tema mereka kemas apik dalam lagu-lagu tersebut. Single “Ramayana” misalnya, bercerita soal budaya bangsa Indonesia yang sering diklaim milik bangsa lain. Single tersebut juga memiliki karakter kuat dengan sentuhan gamelan Jawa. Selain itu, ada juga lagu berjudul “Budak Iblis” yang kisahnya terisnspirasi dari doa Nabi Yunus AS. Meski demikian, sebagai salam perkenalan, BIL sepakat melepas single “Marry Me” sebagai single jagoan mereka. Single ini liriknya ditulis oleh Ikang. Sementara untuk musik, ketiganya urun rembuk. Ekki bertanggung jawab sebagai arranger dan music director . Diawali dengan petikan gitar, Ikang langsung membuka single ini dengan suara rock -nya yang khas. Ini mengingatkan pada karakter vokal Ikang bertahun-tahun silam saat melantunkan lagu-lagu romantis. “Marry Me” sendiri berkisah tentang harapan seorang lelaki yang terpanah asmara. Rasa kasmaran itulah kemudian yang mendorong sang Romeo untuk mengungkapkan kalimat “would you please marry me” kepada wanita pujaannya. Single ini tak lain merupakan ungkapan cinta Ikang kepada istrinya, Marissa Haque. Secara jujur, Ikang bahkan mengungkapkan cintanya yang pertama dan terakhir hanya untuk Icha, wanita bermata indah. Sumber: http://www.mahasiswa.com/index.php?aid=11195&cid=11&09%2F03%2F10%2C12%3A09%3A39
Popularity: 3% [?]
If you enjoy our post, feel free to subscribes to our rss feeds
















